Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Cara Mengatasi Rasa Takut atau Gugup saat Wawancara Kerja

cara mengatasi rasa takut saat wawancara kerja

Tips Cara Mengatasi Rasa Takut atau Gugup saat Wawancara Kerja

Buat Anda yang masih suka takut kalau ketemu sama recruiter, Anda harus membaca artikel cara mengatasi rasa takut saat wawancara kerja ini.

Buat Anda yang pertama kali mengalami interview, mungkin tidak sedikit yang merasa takut. yang tidak beralasan. Rasanya takut aja ketika bertemu dengan orang tidak dikenal, duduk diruangan yang asing yang Anda belum pernah datangi sebelumnya. 

Terus ditanya macam-macam. Rasanya seperti diintrogasi. Seperti dikepoin orang dan merasa harus menjawab. Atau ketika mendapat pertanyaan interview kerja pertama kali dan jawabannya belum terbayang atau tiba-tiba nge-blank.

Supaya hal ini tidak terjadi, kita bahas cara supaya tidak takut atau tips tidak gugup saat wawancara kerja.

Mengatasi takut atau gugup saat wawancara kerja

Di artikel ini, saya mau sharing beberapa alasan kenapa Anda tidak perlu takut sama recruiter. Berikut ini alasan-alasannya :

1. Recruter hanya melakukan pekerjaannya

Pertama kenapa Anda tidak perlu takut sama recruter karena recruiter hanya melakukan pekerjaannya saja.Orang kerja kantoran itu banyak kemiripannya dengan organisasi-organisasi di kampus, buat kepanitiaan. 

Jadi ada yang bagian finance, keuangan yang mengurusi budget, mengurusi keuangan. Bagian marketing yang mengurus promosi, bagian seles mengurusi penjualan, dan tentu saja ada bagian HRD yang mengurusi perekrutan kandidat.

Sama saja, hanya skalanya lebih besar kalau di perusahaan. Pointnya disini adalah sebagai orang HRD, seorang recruter hanya melakukan pekerjaannya saja. 

Pekerjaannya apa? Ya tentu saja seorang recruter berkewajiban untuk menemukan kandidat yang sesuai dengan spesifikasi yang dicari oleh perusahaan. 

Dan seperti semua pekerjaan, tentu ada target, tentu ada deadline. Jadi recruter yang mungkin terburu-buru banyak bertanya. Bisa saja sedang kehabisan waktu, dia sedang cepat-cepat interview Anda supaya cepat ketahuan Anda kandidat yang cocok atau tidak untuk posisi yang dibuka. 

Jadi buat Anda yang masih menganggap pengalaman interview itu sesuatu yang personal, ya Anda yang rugi sebenernya.

Karena bagi recruter, Anda hanyalah sebuah checklist pekerjaan yang harus diselesaikan.

2. Recruter belum tentu ingat Anda

Alasan kedua kenapa Anda tidak perlu takut sama HR adalah karena recruiter belum tentu ingat sama Anda ketika Anda membuat kesalahan.

Mungkin pada saat interview akan ada blunder-blunder kecil yang Anda lakukan. Misalkan belum dipersilahkan duduk, sudah duduk duluan. Ketika rekruternya masuk, Anda lupa berdiri memberi salam duluan. 

Atau mungkin Anda datang salah kostum. Anda salah memanggil recruternya, dan hal-hal lain yang saya tidak bisa sebutkan satu-satu disini.

Dan perlu Anda tahu, kandidat yang ditemui sama recruiter dalam sehari itu banyak sekali. Dan meskipun mungkin Anda jadi bahan tawaan recruiter hari ini karena Anda membuat blunder yang besar, belum tentu seminggu atau dua tiga bulan lagi dia masih ingat sama Anda. 

Dan bagian terbaik sebagai manusia, Anda bisa tumbuh menjadi orang yang lebih baik. Anda akan bertumbuh menjadi seorang profesional muda yang keren dan kesalahan-kesalahan kecil yang Anda buat hari ini akan jadi kenangan manis yang suatu hari akan bisa Anda ketawakan.

Poinnya adalah, kita semua bisa jadi profesional muda yang lebih baik. Dan kesalahan kecil yang Anda lakukan tidak perlu dikuatirkan terlalu lama.

3. Recruiter bukan pengambil keputusan akhir

Alasan ketiga, recruiter bukanlah pengambil keputusan satu-satunya. Setelah interview Anda, recruiter harus ngobrol dengan user. User ini adalah karyawan lain juga yang nantinya akan bekerja sebagai bos Anda 

Nah recruiter bisa jadi biasanya akan menjadwalkan interview lagi antara Anda dengan user tersebut. Setelah Anda ngobrol sama user, mereka berdua harus ngobrol lagi dengan orang HRD lain yang ngurusi compensation and benefit alias gaji. 

Mereka harus ngecek bersama-sama apakah mereka bisa memberikan penawaran gaji yang lebih kompetitif dari gaji yang sekarang Anda miliki.

Jadi merekrut atau tidak seseorang adalah keputusan dari setidak-tidaknya tiga orang. Tiga orang ini harus musyawarah dan sepakat, bukan ditangan recruiter saja. 

Sebelum mengambil keputusan yang hasilnya Anda tunggu-tunggu, bisa saja recruiternya kurang sreg dengan Anda, tapi Anda cocok sama usernya. Ya tentu keputusan user juga akan didengar karena sehari-harinya Anda akan lebih banyak bekerja dengan user dibanding dengan recruiter.

 4. Recruter akan menjaga reputasinya

Alasan berikutnya, recruiter yang baik juga akan memikirkan reputasinya. Kalau Anda bertemu dengan recruiter yang hobi marah-marah, hobi ngejailin kandidat, hobi request aneh-aneh kalau Anda datang interview. Ingat, recruiter juga karyawan yang lama-lama punya reputasi yang bisa dikenal orang.

Apalagi zaman sosial media sekarang mudah sekali kita bisa membicarakan orang lain, kita bisa menggali informasi tentang seseorang. Dan kalau ada oknum recruiter yang menginterview dengan cara yang tidak nyaman, atau bahkan sampai berani berbuat yang tidak-tidak, tentu cepat atau lambat reputasinya akan tersebar. 

Dan recruiter ini yang juga seorang karyawan akan jadi kesulitan untuk mencari kerja di tempat lain. Juga akan kesulitan untuk punya karir yang berkembang karena sudah menjadi bahan pembicaraan dimana-mana.

Jadi recruiter juga punya kepentingan untuk memperlakukan Anda dengan baik. Karena pengalaman yang menyenangkan antara Anda dan reporter setelah interview akan jadi berita yang baik untuk recruiter di luar sana.

5. Perusahaan tidak hanya satu

Alasan berikutnya yang jadi alasan terakhir adalah perusahaan itu banyak, tidak hanya satu. Ini yang perlu diketahui oleh teman-teman fresh graduate yang mungkin pengalaman interviewnya baru satu kali, yaitu pada saat interview skripsi. 

Apa yang terjadi ketika tidak lolos interview skripsi? Tentu harus mengulang satu semester atau bahkan 1 tahun lagi. Tentu harus habis biaya lagi untuk pulang pergi kuliah dan mungkin harus beli SKS lagi.

Beda halnya dengan interview kerja. Kalau gagal di perusahaan yang sekarang, ya mungkin sedih, kecewa dan sebagainya. Tapi jangan khawatir, masih banyak perusahaan lain yang bisa dilamar. 

Boleh kita mengidolakan atau mentargetkan perusahaan-perusahaan tertentu, tapi ketika tidak diterima di sana bukan berarti kiamat buat karir Anda. Anda masih bisa cari kesempatan di perusahaan lain. Dan kalau dapat di perusahaan yang mungkin kurang prestice atau kurang keren, jangan lupa gajinya tetap rupiah.

Anda tetap bisa berkarir dan membangun reputasi Anda sebagai profesional di perusahaan yang mungkin kelas dua atau kelas 3 di luar target Anda. 

Untuk memudahkan Anda melewati proses interview kerja, silahkan baca artikel 10 pertanyaan interview dan jawabannya. Karena semakin banyak Anda latihan interview, itu akan membangun rasa percaya diri dan kelancaran Anda berbicara.

Interview itu mirip seperti kita pidato atau kita public speaking. Semakin sering latihan, kita akan semakin ahli. 

Untuk Anda yang baru lulus, kami juga menyediakan tips mencari lowongan kerja. Silahkan latihan menjawab pertanyaan interview kerja fresh graduate untuk membangun rasa percaya diri sebelumnya.

Semoga artikel cara mengatasi rasa takut atau gugup saat wawancara kerja bermanfaat untuk Anda dalam membangun rasa percaya diri. Dapatkan info dan tips seputar karir di blog edubisnis.my.id.