Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Jawab Pertanyaan Interview : Ceritakan Masalah Terbesar/ Tersulit Anda

Cara Jawab Pertanyaan Interview : Ceritakan Masalah Terbesar/ Tersulit Anda

cara-jawab-pertanyaan-interview-masalah-terbesar-anda
Cara menjawab pertanyaan wawancara kerja


Bagaimana cara jawab pertanyaan interview : Ceritakan masalah terberat yang pernah Anda hadapi dan cara Anda mengatasinya? Temukan jawaban dari pertanyaan ini dan juga pertanyaan interview lainnya di website edubisnis.

Artikel ini adalah jawaban saya dari pertanyaan mengenai pertanyaan sulit yang dia dapatkan pada saat interview. Pertanyaannya berbunyi seperti ini, "ceritakan masalah terberat yang pernah Anda hadapi dan cara Anda mengatasinya?

Cara Menjawab Pertanyaan Interview

Nah kita coba step-by-step dan kupas cara berpikir untuk menjawab pertanyaan ini. Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang sangat bagus untuk dijawab menggunakan teknik start. Bagi yang belum baca artikel tentang star teknik, bisa baca disini.

Setelah teman-teman mempelajari star teknik, teman-teman juga perlu memilih masalah. Dalam hidup kita pasti akan banyak menemui masalah, dan semuanya bisa dibilang masalah berat. Hal ini tergantung dari cara kita menceritakannya. Tapi ada masalah-masalah yang teman-teman tidak bisa berbuat apa-apa karena memang apa yang terjadi itu diluar kendali. Jangan pilih masalahnya seperti itu. 

Hindari jawaban interview seperti ini

Contoh masalah yang kurang baik misalkan saya teringat sampai sekarang orang tua saya sakit-sakitan, dan saya dikucilkan oleh keluarga besar saya karena orang tua saya berhutang.Adik saya pindah agama, jadi saya tidak deket dengan keluarga besar.

Kenapa saya bilang cerita-cerita seperti ini kurang baik, karena pertama ini cerita yang personal banget. Anda menceritakan tentang kondisi keluarga. Anda menceritakan tentang Adik Anda yang pindah agama, dan Anda dikucilkan keluarga besar. 

Mungkin HRD Anda open-minded dan bisa mendengarkan tapi ada kemungkinan juga sebenarnya akhirnya tidak nyaman mendengarkan masalah keluarga Anda yang terlalu pribadi.

Kemudian alasan kedua kenapa ini bukan ceritain baik adalah karena banyak dari masalah ini sebenarnya tidak bisa Anda selesaikan. Orang tua Anda sakit-sakitan ya yang bisa Anda lakukan hanyalah jadi anak yang baik. Mungkin membantu merawat orang tua di rumah. 

Orang tua Anda berhutang sangat besar kemungkinannya Anda tidak punya uang untuk membantu melunasi utang orang tua Anda. Kemudian Adik Anda pindah agama pindah agama adalah urusan adik Anda dengan kepercayaannya, bukan sesuatu yang bisa Anda selesaikan. Bukan suatu masalah yang mungkin membutuhkan solusi.

Jadi ketika memilih cerita, Anda pilih cerita dimana Anda punya peran aktif untuk memberikan solusi atas masalah tersebut. 

Contoh jawaban interview yang baik

Setelah kita bahas contoh cerita yang kurang baik, sekarang saya mau memberi contoh cerita yang menurut saya oke banget untuk dipakai menjawab pertanyaan ini masalah terberat saya adalah ketika saya ditugaskan memimpin kegiatan di kampus yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Salah satu challenge terbesar yang pernah saya hadapi adalah ketika saya merintis bisnis bersama teman-teman kampus. Saya mendapatkan project yang harus diselesaikan dalam tenggat waktu yang menurut saya sebetulnya tidak masuk diakal.

Nah kebalikan dari contoh-contoh yang kurang baik sebelumnya, Anda lihat disini bahwa semua contoh ini adalah contoh masalah-masalah di dunia profesional. Cerita-cerita ini berhubungan dengan bagaimana Anda bekerja, bagaimana Anda bersikap di dunia profesional, dan bagaimana Anda menyelesaikan masalah secara profesional.

Terhadap masalah pertama, Anda bisa ceritakan apa saja kesulitan yang dihadapi saat mengerjakan tugas di kampus. Apa saja yang Anda lakukan, apa saja yang Anda kerjakan untuk menyelesaikan masalah dan hasilnya seperti apa.

Sama juga halnya ketika Anda ceritakan tentang bisnis. Bagaimana bisnis itu dimulai, apa saja kesulitan yang Anda hadapi pada saat merintis bisnis. Kesulitan keuangan, kesulitan network mungkin dan bagaimana cara Anda menghandle situasi tersebut sehingga hasilnya memuaskan.

Sama juga halnya ketika Anda cerita tentang deadline waktu yang tidak cukup untuk mengerjakan sesuatu. Anda bisa menceritakan apa yang Anda lakukan untuk meng-handle waktu yang sempit. Anda bisa ceritakan bagaimana Anda bekerja dengan lebih efisien. Anda bisa ceritakan bagaimana strategi Anda untuk meyakinkan pemilik project bahwa pekerjaan Anda sudah cukup dalam waktu yang terbatas. 

Fokus jawaban wawancara kerja

Semuanya kembali lagi, ini bukan interview sama calon mertua, tapi interview kerja. Jadi yang Anda mau ungkapkan dan terus sampaikan adalah bagaimana Anda berfungsi dan berkapasitas dalam seharian Anda sebagai seorang pekerja profesional. Bukan cerita sedih tentang keluarga yang sakit, tentang adik yang pindah agama, tentang utang orangtua yang besar dan tidak bisa Anda selesaikan sendirian. 

Kesan yang ingin Anda berikan setelah menjawab pertanyaan ini adalah kesan bahwa Anda bisa mengerti bagaimana cara meng-handle situasi, bagaimana caranya menyelesaikan masalah-masalah Anda. Bukan untuk menimbulkan rasa kasihan dimata HRD. Wah kasihan orang tuanya utangnya banyak. Wah kasihan keluarganya dikucilkan, dan sebagainya.

Itu bukan dampak yang tepat yang Anda mau hasilkan dari percakapan ini. Point utama cerita di sini, Anda tidak mau curhat. Ketika recruiter menanyakan tentang masalah terbesar, bukan berarti recruiter sedang peduli dengan hidup Anda. Bukan faktor ingin tahu masalah apa sih yang jadi masalah terbesar buat Anda. Dan apakah Anda sudah punya solusi? Apakah Anda punya cara untuk menyelesaikan atau menghilangkan masalah tersebut? 

Lalu jadinya malah curhat. Kurang tepat ya, karena Anda sedang interview kerja bukan interview dengan psikolog Anda. 

Pertanyaannya jelas, ceritakan masalah terberat yang Anda hadapi dan cara Anda mengatasinya. Jadi kalau belum ada solusinya, jangan diceritakan masalahnya. Ceritakan masalah yang sudah Anda selesaikan dan solusinya jelas.

Definisi berat itu apakah beratnya saya sama dengan berat rekruter? ukuran berat belum tentu sama. Ini pertanyaan yang valid, tapi Anda tidak usah pusing karena recruiter pun akan bisa melihat kapasitas Anda sebagai seorang mahasiswa untuk menyelesaikan masalah tertentu. Pasti juga akan dinilai dimata recruiter dan pada akhirnya subjektivitas yang lain bisa saja sebenarnya masalahnya kecil buat Anda, tapi dimata recruiter itu sudah cukup jadi solusi yang menarik. Atau bisa saja masalahnya besar dan solusinya keren, tapi rekruternya tidak suka aja sama Anda, jadi akhirnya tidak di luluskan.

Jadi tidak usah terlalu dipusingkan apakah ini masalah besar, cukup besar, terlalu besar,  atau hanya masalah kecil. Kalau ini menurut Anda masalah terberat, ceritakan apa adanya. Kan pada akhirnya ini cerita Anda. Ya harus yang bener-bener Anda sudah alami sendiri dong. 

Saat interview, subjektivitas akan main dan rekruter akan menilai berdasarkan standar yang recruiter punya. Kalau cocok syukurlah Anda akan maju ke tahap selanjutnya. Kalau nggak cocok, jangan sedih, jangan kecewa, masih ada interview lain ditempat lain yang Anda bisa coba.

Itu tips dari saya untuk menjawab pertanyaan interview masalah terberat dan cara mengatasinya. Anda bisa membaca pertanyaan wawancara kerja lainnya di website edubisnis.my.id.