Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Jawab Pertanyaan Interview : Ada Pertanyaan untuk Saya?

Cara Jawab Pertanyaan Interview : Ada Pertanyaan untuk Saya?

cara-jawab-pertanyaan-invterview-ada-pertanyaan-untuk-saya
Cara menjawab pertanyaan wawancara kerja


Kembali di artikel pertanyaan wawancara kerja. Sekarang kita bahas cara jawab pertanyaan interview ada pertanyaan untuk saya? Apa boleh kita jawab enggak? 

Proses interview biasanya memakan waktu 40 menit sampai satu jam. Dalam jangka waktu tersebut, 80% pertanyaan-pertanyaannya datang dari satu arah yaitu dari pihak pewawancara. 

Siap kaget kalau ditanya di akhir interview, Anda punya pertanyaan apa tidak buat saya? 

Cara Menjawab Pertanyaan

Nah di artikel ini dibahas tips bagaimana cara menghadapi pertanyaan wawancara kerja ini. Anda juga bisa baca artikel tentang cara menjawab pertanyaan wawancara kerja lainnya sebagai persiapan dan juga latihan.

Berikut ini 3 tips cara menjawab pertanyaan interview : Ada pertanyaan untuk saya?

1. Jadilah kandidat yang perhatian 

Logikanya begini. Anda dan rekruter baru saja kenalan satu jam yang lalu. Enggak mungkin kan sama orang yang baru kenal Anda tidak punya pertanyaan sama sekali. Kalau Anda tidak punya pertanyaan sama sekali, kesan yang akan muncul ada dua. Pertama, Anda orangnya cuek. Anda nggak peduli sama kerjaan ini. Anda interview cuma asal interview saja.

Atau kedua, Anda orangnya putus asa. Saking putus asanya, Anda sudah tidak peduli lagi perusahaan yang Anda lamar, yang penting Anda dapat pekerjaan. 

Jadi prinsipnya, kalau Anda tertarik, kalau Anda sungguh-sungguh ingin "jadian" sama perusahaan ini, pasti Anda akan menunjukkan perhatian Anda dan menyiapkan pertanyaan. 

Ingat, Anda sedang berusaha mengambil hati orang yang sudah menginterview Anda. Mungkin sepanjang interview Anda sudah berhasil menunjukkan kecerdasan Anda, prestasi Anda. Tapi di pertanyaan terakhir ini, dengan berttanya balik kepada recruiter, Anda juga menunjukan bahwa Anda orangnya perhatian. Anda orangnya sungguh-sungguh ingin cepat bekerja di tempat ini.

2. Buat list pertanyaan

 Tips kedua untuk menjawab pertanyaan interview : Ada pertanyaan untuk saya? adalah membuat list pertanyaan. Di bawah saya tambahkan beberapa contoh pertanyaan yang bisa digunakan.

Tapi namanya rekruter kan manusia, bisa berbeda seleranya. Tidak ada rekruter 100% benar, dan tidak ada tips yang 100% benar. Maka, dengan membaca artikel cara menjawab pertanyaan wawancara ini pun, teman-teman harus menyimak dan membuat versi teman-teman sendiri.

Pertanyaan-pertanyaan yang mau ditanyakan juga harus sesuaikan dengan kepribadian teman-teman. Disesuikan juga dengan jenis perusahaan yang teman-teman lamar. Intinya, siap-siaplah sebelum masuk ruang interview. Siapkan dan riset dulu pertanyaan-pertanyaan apa yang kira-kira cocok untuk ditanyakan ke perusahaan yang mau teman-teman lamar.

3. Jangan bertanya terlalu banyak

Tips ketiga untuk menjawab pertanyaan wawancara kerja ini adalah jangan nanya banyak-banyak. Bayangkan, ini sudah di akhir interview. Anda sudah ngobrol dengan rekruter selama 40 menit. Mungkin rekruter capek, atau mungkin ada interview lain setelah ini.

Batasi pertanyaan teman-teman maksimum 3-4 pertanyaan. Lebih dari itu, Anda akan jadi annoying dan akan terkesan terlalu berusaha supaya diterima.Jadi ingat batasnya 3-4 pertanyaan.

Yang tidak boleh ditanyakan

Selanjutnya, apa aja yang tidak boleh ditanyakan kepada rekturer saat wawancara kerja pada tahap awal.

1. Gaji dan remunerasi

Yang tidak boleh ditanyakan pertama adalah soal gaji dan remunerasi. Percakapan mengenai gaji dan remunerasi biasanya akan dilakukan oleh HRD ketika saatnya sudah tiba. 

Tidak semua kandidat akan diajak untuk negosiasi gaji dan remunerasi. Karena apa? Karena penghitungan budget itu butuh waktu dan butuh bantuan dari tim reward. Rekruter biasanya tidak menghitung gajinya sendiri.

Nah untuk apa dia berbicara soal gaji dengan Anda yang baru di tahap awal dari interview. Jadi pertanyaan soal gaji bukan pertanyaan yang tepat ya.

2. Cuti dan libur panjang

Kedua, jangan bertanya soal cuti dan libur panjang. Belum apa-apa sudah bertanya jatah cuti ada berapa hari disini. Ini sifatnya mirip seperti pertanyaan gaji. Sesuatu yang Anda bisa dapatkan hak Anda sebagai karyawan nanti. Nah, sebaiknya jangan bertanya ini saat wawancara kerja awal ya.

Anda tahan pertanyaan soal gaji dan cuti untuk di akhir proses interview. Boleh ditanyakan ketika Anda sudan menjalani proses rekrutmen 80% lebih dan sedang ngobrol soal remunerasi dan benefit. 

3. Pertanyaan yang sudah ada jawabannya

Selanjutnya yang tidak boleh ditanyakan ketika wawancara kerja adalah pertanyaan yang Anda bisa baca sendiri jawabannya di website. Jangan bertanya soal jumlah cabang perusahaan, visi misi ataupun hal lainnya yang kalau mau meluangkan waktu untuk googling bisa Anda dapatkan jawabannya.

Jadi jangan tanya ke recruiter apa yang bisa Anda dapatkan jawabannya dari Google 
Itu tadi pertanyaan-pertanyaan yang tidak boleh ditanyakan ketika proses wawancara kerja atau interview.

Tips pertanyaan yang diajukan

Kita masuk bagian terakhir. beberapa pertanyaan bagus yang pernah saya dapetkan yang bisa Anda gunakan untuk menjawab pertanyaan interview : Ada pertanyaan untuk saya?

1. Project paling menantang

Pertanyaan bagus pertama yang bisa Anda ajukan ketika proses wawancara kerja adalah  "Kalau boleh diceritakan, apa project paling menantang yang sedang dikerjakan di departemen yang saya tuju?

Saya suka pertanyaan ini karena pertanyaan ini menunjukkan bahwa kandidat tersebut punya antusiasme untuk segera memulai pekerjaannya. Dia ingin tahu ada pekerjaan apa yang sedang ditangani secara spesifik Dia menanyakan tentang project yang bukan terjadi sehari-hari.

Jadi, ketika mendapatkan pertanyaan ini, saya menghargai keingintahuan kandidat dan melihat dia sebagai kandidat yang proaktif dan ingin maju.

2. Kiat untuk sukses

 Contoh berikutnya untuk pertanyaan yang diajukan saat wawancara kerja adalah karakteristik apa yang penting bagi seorang kandidat untuk berhasil dalam posisi atau perusahaan ini. 

Sama seperti pertanyaan sebelumnya, ketika saya mendapat pertanyaan seperti ini, saya melihat motivasi, keinginan untuk berhasil. Saya juga melihat dari sebelum kerja saja kandidat ini sudah ingin mencari tahu cara untuk maju. Bagaimana caranya untuk mengembangkan diri di perusahaan ini 

3. Budaya kerja di perusahaan

Pertanyaan bagus selanjutnya untuk diajukan saat wawancara kerja adalah  "Apa yang Bapak Ibu sukai dari Bekerja diperusahaan ini?" 

Nah, ini pertanyaan tentang culture dan percakapannya biasanya menyenangkan karena Bapak Ibu rekruter akan menggali hal-hal baik, hal-hal seru yang ada di perusahaan ini. Mungkin akan muncul cerita tentang benefit, akan muncul cerita tentang manajemen yang bagus, tentang produk perusahaan yang bagus, dan lain-lain.

Nah disini, temen-temen juga diuntungkan karena bisa mencari tahu budaya perusahaannya seperti apa-apa. Hal-hal positif yang ada diperusahaan ini, dan jadi bisa ikut menilaikan semakin semangatnya mau kerja di perusahaan ini atau enggak 

4. Proses Rekrutmemn

Saya sendiri sangat tertarik untuk bekerja di perusahaan ini. Bolehkah saya tahu tahapan proses rekrutmen yang selanjutnya? Jadi teman-teman bisa mulai membaca yang kira-kira saya sukai adalah pertanyaan yang bersifat antusias.

Saya suka kandidat yang melihat kedepan saya, suka kandidat yang positif. Kandidat yang mau belajar dan mau beradaptasi dengan perubahan yang nanti mungkin akan dihadapi di perusahaannya. 

Sekarang ini mungkin berbeda dengan rekruter yang teman-teman temui. Tapi mudah-mudahan Anda bisa belajar sesuatu dan bisa menangkap esensinya bahwa Anda harus riset dan harus bertanya. Tidak ada ceritanya tidak punya pertanyaan ya. 

Itu tadi cara jawab pertanyaan interview "Ada pertanyaan untuk saya?". Baca juga artikel cara menjawab pertanyaan wawancara kerja lainnya di edubisnis.my.id.