Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Lolos Medical Check Up untuk Kerja

proses medical check up untuk kerja

Tips Lolos Medical Check Up untuk Kerja

Hari ini kita akan bahas topik yang bisa jadi sangat dicari oleh Anda yaitu mengenai medical check up. Bagaimana caranya atau tips lolos medical check up. 

Artikel ini akan membahas 4 hal, yaitu kenapa medical checkup dilakukan atau alasannya. Kemudian yang kedua apa, yang harus dipersiapkan ketika menghadapi medical check up. Yang ketiga bagaimana setelah medical check up dilakukan. Dan keempat tips-tips dalam menghadapi medical check-up.

Mari kita bahas satu persatu. 

1. Alasan dilakukan Medical Check Up

Setelah melewati proses interview kerja, beberapa posisi mensyaratkan untuk melakukan proses medical check up. Kenapa medical checkup dilakukan? Sebagai perusahaan tentunya perusahaan ingin mendapatkan karyawan yang bisa bekerja dalam kondisi yang sehat, bugar, tanpa kurang sesuatu apapun dari sisi fisikn dan juga mental. Dan medical checkup terutama untuk ngecek kondisi tubuh fisik.

Misalkan kolesterolnya bagaiaman, gula darah apakah normal atau tidak. Kemudian ada beberapa medical checkup yang mungkin Anda harus lari di treadmill untuk mengecek kesehatan jantung dan sebagainya.

Ini adalah hal-hal yang mungkin penting bagi perusahaan untuk diperhatikan ketika pengambilan karyawan baru. Yang namanya sakit pasti tidak diinginkan dari sisi karyawan ataupun dari sisi perusahaan.

Oleh karena itu, hal ini bisa dicegah dengan dilakukannya medical checkup terlebih dahulu. Sebelum karyawan masuk, kita pastikan kalau dia bener-bener sehat. Jadi disini jelas ya, perusahaan melakukan medical checkup hanya untuk ngecek kondisi kesehatan Anda aja.  Apakah Anda Fit untuk bekerja atau tidak?

2. Persiapan Medical Check Up

Berikutnya bagaimana caranya mempersiapkan diri untuk melakukan medical checkup. Perhatian, disini mempersiapkan diri, bukan cara pasti Anda berhasil medical check up. 

Karena dalam setiap medical check up di setiap perusahaan pasti prosesnya beda-beda dan tidak ada satu formula pasti untuk pasti meloloskan Anda dari medical checkup tersebut. Apa saja caranya?

a. Tempat medical checkup dilakukan

Yang pertama, pastikan Anda tahu dimana tempat medical checkup tersebut dilakukan. Anda harus tahu berapa jaraknya dari tempat tinggal Anda ke tempat medical checkup. 

Kemudian Apakah sudah buatkan perjanjian oleh HRD? Kalau sudah jam berapa? hari apa ? Kalau belum mungkin Anda perlu telepon tempatnya, dipersiapkan untuk membuat appointment.

b. Mematuhi persyaratan

Yang kedua, pastikan Anda mematuhi semua persyaratan yang ditentukan oleh medical check up tersebut. Misalkan Anda harus puasa 8 jam sebelumnya supaya data yang dikumpulkan oleh medical checkup terkumpul dengan benar.

Mungkin akan membantu juga kalau Anda tidur lebih cepat malam sebelumnya. Atau tidak merokok di minggu-minggu sebelum medical check up tersebut dilakukan.

c. Datang sebelum jadwalnya

Yang ketiga, ini yang tidak kalah penting tapi sering kita remehkan yaitu jangan datang terlambat. biasanya presenter medical check up ini sudah punya jadwal dalam satu hari siapa-siapa saja yang akan datang medical check up di hari tersebut. 

Dan tentunya yang datang bukan cuman Anda saja atau bukan hanya dari perusahaan yang Anda lamar. Bisa jadi ada belasan bahkan puluhan perusahaan yang mengantri untuk medical check up di hari tersebut. Kalau Anda terlambat ya, sebenarnya Anda sendiri yang kerugian waktu.

3. Pasca Medical Check Up

Nah selanjutnya apa yang harus dilakukan setelah medical checkup? Anda sebenarnya tinggal menunggu. Hasilnya akan dikirimkan ke perusahaan tempat Anda melamar. Dan jika memang hasil Anda bagus, Anda akan dihubungi oleh HRD.

Apakah boleh melakukan follow up? Boleh, sama seperti proses rekrutmen yang lain. Akan bagus sekali kalau Anda sudah punya nomor WAnya HR atau nomor WAnya user dimana Anda bisa japri secara informal.

Pak/Bu, apakah sudah ada kabar mengenai hasil medical checkup saya? Besar harapan saya hasilnya baik dan saya bisa melanjutkan proses rekrutmen saya di perusahaan bapak/ibu. 

Tulis secara simple dan sesuai bahasa Anda sendiri.itu.

4. Tips

Terakhir ini beberapa tips terkait proses medical check up. 

a. Dilakukan di akhir proses rekrutmen

Yang pertama, medical checkup biasanya dilakukan diakhir proses rekrutmen. Jadi ini hanyalah salah satu proses administrasi yang memang harus dilalui. 

Seharusnya kecuali Anda memang punya kondisi kesehatan yang betul-betul menghkawatirkan, yang betul-betul menyulitkan Anda untuk bekerja, seharusnya Anda tidak perlu terlalu kuatir tentang medical check up ini.

b. Mitos petugas medical check up

Banyak pertanyaan mengenai bagaimana caranya kita harus bersikap kepada petugas-petugas yang melakukan medical checkup ke kita. Apakah mereka bagian dari rekrutmen proses? Apakah kalau kita tidak sopan kepada mereka, kita akan diadukan ke HRD? Apakah kalau kita datang terlambat kita dapat minus point dan sebagainya?

Semua itu mitos. Kenapa? karena biasanya medical checkup center adalah vendor dari perusahaan tempat Anda melamar kerja. Jadi seharusnya HRD dan petugas medical checkup tersebut hnaya sebatas kenal karena kerja bersama saja.

Mereka tidak akan membiacarakan CV Anda, apalagi mengosipkan Anda. Pada saat hasil medical check up nya diserahkan, biasanya hanya dikirim via kurir. Dan yang menerima juga hanya akan langsung membuka dan melihat apakah hasil Anda baik atau tidak di atas kertas.

Jadi bersikap sopan sewajarnya seperti ketika teman-teman pergi ke bank, meminta bantuan pada teller atau customer service untuk dibantu kebutuhan teman-teman. 

3. Lolos atau tidak medical check up

Yang ketiga, ini mungkin kontroversial, tapi menurut saya tidak ada parameter yang pasti mengenai apa itu Anda lolos dan tidak medical check up. Ada kandidat yang kolesterolnya tinggi tapi perusahaan terima terima dengan catatan harus memperbaiki kondisi kesehatannya.

Memang kesehatan ini penting, tapi seberapa penting dimata perusahaan tentu variasinya berbeda-beda. Jadi jangan minder duluan buta warna, punya penyakit diabetes dan sebagainya.

Satang saja dulu dan ikuti dulu medical checkupnya, baru nanti lihat hasil yang berbicara. 

Tips yang keempat ini juga sering ditanyakan, boleh tidak kita minta hasil medical checkup? Memang betul memang Anda yang dites, tapi yang bayar siapa, yang bayar adalah perusahaan tempat Anda melamar kerja. Jadi biasanya hasil medical checkup memang tidak diberikan kepada calon karyawan.

Nanti ketika sudah menjadi karyawan, ada kemungkinan Anda bisa meminta HRD untuk menunjukkan hasil medical check up tersebut. Tapi selama masih menjalani proses rekrutmen dan belum tentu diterima sebagai karyawan, biasanya hasil medical check up akan di keep konfidensial oleh HRD. Dan HRD tidak punya kewajiban untuk menunjukkan hasilnya kepada teman-teman.

Itu tadi artikel seputar medical checkup dan tipsnya yang merupakan bagian dari proses rekrutmen karyawan. Kalau masih merasa takut untuk interview, saya sarankan baca artikel tips mengatasi rasa takut interview ini.

Baca artikel lainnya tentang karir, manajemen, finansial dan bisnis di blog edubisnis.my.id.